web counter
Indojaya168

Cerita Dewasa Bercinta Dengan Yuni Di Ruang Komputer

X
Share

Cerita Dewasa Bercinta Dengan Yuni Di Ruang Komputer  – Waktu itu sudah menjelang malam dan aku sangat pegal di kampus sendiri. Sngat pegal rasaya menulis tugas dan besok akan segera berkumpul. Dan akhirnya selesai juga seketika akumelepas lelah iseng-iseng aku buka internet dan masuk ke situs-situs porno. Aku membuka gambar-gambar orang bersenggama lewat anus. Mula-mula terasa aneh, tapi semakin lama aku merasakan fantasi lain. Aku merasakan erangan perempuan yang karena lubang duburnya yang sempit ditembus dengan video yang mengeras. Ah.. khayalanku semakin jauh.

Tiba-tiba aku dikagetkan dengan suara pintu ruangan membuka dan menutup. Hii.. aku lihat sudah jam 22:30, malam-malam begini pikiranku jadi membayangkan hal-hal menakutkan. Tapi kemudian aku dikagetkan lagi ketika melihat seorang perempuan membawa peta berisi beberapa lembar kertas dan dua buah buku kemudian masuk ke sebelahnya di sebelah komputer, lalu tampilan komputer dan mengetik. Komputernya terhalang tiga meja komputer di sebelahku. Aku jadi lega, sekarang ada teman, walaupun dia tidak memperhatikan aku sama sekali. Aku perhatikan dari samping, wajahnya manis dengan hidung yang kecil dan mancung. Kulitnya tidak terlalu putih, tapi mulus dengan jaket jeans lengan pendek yang dikenakannya, dia tampak cantik.

Tapi, akh peduli amat. Aku melanjutkan buka-buka situs tadi, anganku semakin menerawang, hubunganku agak menegang. Dan akhirnya aku melirik pada perempuan di ruangan itu, dan langsung melirik ke pantatnya. Besar! pikirku. Tiba-tiba saja aku membayang kalau videoku merobek-robek pantatnya yang menggiurkan itu. Aku jadi deg-degan, semakin dibayangkan menjadi-jadi videoku menegang. Sampai akhirnya aku nekat mendekati dia. Aku mencoba diriku agar tampak normal. “Ma’af.. sedang mengerjakan tugas?” suaraku sedikit bergetar. Dia melirikku ke samping lalu membocorkan lagi ke layar komputer, sambil menjawab, “Iya.. Mas.. aku kelupaan beberapa judul buku dalam daftar kepustakaan, cuma dikit kok.”
Agen878

“Rumahnya deket sini?”
“Iya di asrama, dan saya biasa kerja malam-malam begini,” tulisnya.
“Nah.. selesai deh,” dia membuka kertas-kertas, lalu terdengar suara mesin printer bekerja.
Dia mengambil hasilnya dan terlihat puas.
“Bisa pulang sama-sama?” aku bertanya sambil melihat sekilas-sebentar melihat ke arah pantatnya yang melihat besar melihat balik celana training kain parasitnya. Aduh, dadaku mendesir.

“Sebentar aku tutup dulu komputerku ya..”
Aku pergi ke komputerku.
“Mas sedang ngerjakan apaan?”
Aku tidak menyangka kalau dia mengikuti aku.
“Ah.. ini.. iseng-iseng aja buka-buka internet, capek sih ngetik serius terus dari tadi.”
“Eh..gambar-gambar gituan yaa? Hai ih!” dia mengangkat bahunya, tapi tersenyum mulutnya.
“Ah.. iseng-iseng aja.. Mau ikutan liat-liat?” tiba-tiba keberanianku muncul. Dan di luar dugaan dia tidak menolak.
“Tapi bentar aja yaa.. entar keburu malam!” dia langsung duduk di kursi sebelahku.
Makin lama kami makin asyik buka-buka gambar porno, sampai akhirnya,
“Aku mau pulang deh Mas.Udah malem.. Aku bisa pulang sedirian.. deket kok.”

Dia siap berdiri. Tapi dengan reflek tangan pegang cepatnya. dia arik. Aku sudah tidak memperdulikan apa-apa lagi, kecuali mempraktekkan gambar-gambar yang dilihat tadi. Kemaluanku sudah menegang. Tanpa basa basi aku langsung menduduki pahanya dan langsung melumat dasar. “Umh.. mh..” dia berusaha meronta dan menarik kepalanya ke belakang, tapi tangan kiriku cepat menahan kepalanya, sementara tangan kananku sudah memegang buah pengganti, memutar-mutar, dan meremas-remas putingnya. Gerakan perempuan itu semakin lama semakin lemah, berani melepaskan ciumanku, dan akhirnya menciumi bagian-bagian tubuh lain, leher, telinga belakang, kembali ke leher, lalu turun ke bagian belahan buah. Aku dia melihat juga menikmatinya.mulai dari sayu, terbukalah merekah.

“Namamu siapa?” aku agak bisa mengendalikan keadaan. Dia tidak menjawab. Hanya matanya yang sayu itu memandangku. Saya tidak mengerti maksudnya. Tapi ah tidak peduli aku mengangkat, lalu aku duduk di kursi, kutarik badan dan dia duduk di pangkuanku. “Ehh..hh..” dia berdesah sulit ketika menyeruduk buah dada yang masih terhalang T-shirt muda di balik jaket jeans yang terbuka merah kancingnya. Tanganku segera menaikkan kaosnya, sehingga tampak bagian bawah dari yang masih berada di balik BH. Kunaikkan BH-nya tanpa melepas, dan kembali mulutku beraksi pada putingnya, sementara kami meremas pantat dan pahanya.

“Oohh.. Mas.. Mas.. Aoohh..” aku semakin menggila mendengar desahnya. Lalu aku ingin melakukan niatku untuk menembus batang pantatku ke pantatnya. Kubalikkan sehingga dia membelakangiku Aku pun berdiri dan celananya dengan mudah. Dengan tidak sabar celana di dalamnya pun segera kuturunkan. Aku duduk dan kutarik sehingga pantatnya mengikutiku. “Aghh.. Uhh” aku terkejut melihatku yang sedang menegang itu rasanya mau patah pantatnya. Tapi nafsuku menghilangkan rasa sakit itu. Aku menunjukkanku dan kutempelkan ke lubang duburnya, lalu kutekan. “Aaah..” dia berteriak, tubuhnya mengejang ke belakang. Tapi videoku tidak bisa masuk. Terlalu sempit lubangnya.

Keberingasanku makin menjadi. Aku mendorongnya sehingga sangat mengagumkan di meja komputer. Pantatnya terlihat jelas, bulat. Pelukanku dari belakang tubuhnya membuat dia tertindih di meja. Kutempelkan videoku pada lubang pantatnya. Sementara tangan kiriku meremas buah dada kirinya. Mulutku pun tidak henti-hentinya menggerayangi bagian belakang leher dan punggungnya. Dengan sekalihentak paksa, kudorong masuk videoku. “Aih.. ah uh aoowww..” aku pun merasa bahagia, tapi kenikmatan yang tiada taranya kurasakan. “Jangan.. aduh aahh sakiit, tidak deh.. ahh..” Aku semakin bernafsu mendengar rintihannya. Sambil memeluk buah., kutarik dia berdiri.Lalu aku pun menggerakan gerakanku maju mundur, mulutku menciumi pipinya dari samping belakang, sementara kami mengandalkan buah lawan,

Baca Juga : Cerita Sex Ku Bikin Hamil Adik Kandungku Sendiri

Perempuan itu tidak henti-hentinya merintis, terutama ketika videoku mendorong masuk. Beberapa tetes air mata menggelinding di pipinya. Mungkin tangguh, aku tidak tahu. Tapi apa daya aku sudah tidak kuat menahan keluar air maniku lagi dan aku mengejang, perempuan itupun mengejang dan merintih, karena kami sangat keras meremas buah-buahan. Badannya ikut tertarik ke belakang, dan mulutku tanpa terasa menggigit lehernya. “Ouhh..hh..” kenikmatan luar biasa ketika seksku menyemburkan air maniku ke pantatnya. Hangat sekali. Aku terduduk dia pun terduduk di atas pantatku yang masih menancap di pantatnya. Kepalaku terkulai di punggungnya. Perempuan itu memandang ke arah layar komputer dengan pandangan kosong.Sementara tetes air terus menatap pipinya.

“Ma’afkan aku.. Aku tidak kuat nahan diri,” aku mencoba menghiburnya. Tapi dia tidak menjawab.
“Siapa namamu?” bertanya dengan lembut. Kembali dia membisu.
“Aku mau pulang.. kamu tidak perlu nganter aku.. biar orang-orang tidak tanya macem-macem,” katanya dengan suara perlahan.
“Aku sebenarnya tau siapa kamu.. Mas,” dia berbicara tanpa menoleh ke arahku.
“Ha.. aku..” aku tekejut.
“Ya.. karena aku temen baru pacarmu, Yuni, aku pernah liat foto-fotomu di tempat dia.”
Kali ini dia melihat dengan tajam.
“Tapi.. aku sama sekali tidak nyangka kelakuanmu seperti ini,” selesai dia menaikkan celana dan membetulkan BH dan T-shirtnya.
“Tapi tidak perlu khawatir aku tidak akan cerita kejadian ini, aku takut ini akan menyakiti hati. Dia setia sama kamu,” lanjutnya.
“Kamu tidak.. kasian ama dia?”

Aku terdiam, termangu, bahkan tidak menyadari kalau dia sudah berlalu.
Akhir-akhir ini aku tahu nama gadis itu Rani, memang dia teman pacarku, Yuni. Aku menyesali perbuatanku. Rani tetap baik di kami berdua. Kami bahkan menjadi kawan akrab. Seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Entah sampai kapan dia akan menyimpan rahasia ini. Aku kadang-kadang khawatir, kadang-kadang juga memandangiba di Rani. Oh, aku telah menghancurkan gadis yang tulus.